Ah, rasa-rasanya kamu semua
bakalan tunjuk jari nih kalo ditanya, “Siapa yang pengen masuk surga?”. Betul?
Iya deh, ngaku aja, nggak usah malu-malu (apalagi sampe malu-maluin!). Banyak
orang ingin masuk surga kok. Jangankan kaum muslimin, orang kafir dan orang
musyrik pun sangat antusias ingin masuk surga (tentu surganya sesuai definisi
dan pemahaman mereka, atau jangan-jangan bukan surga yang didapat, tapi neraka
buat mereka?). Kalo gitu, surga untuk semua dong? Ah, jangan nebak-nebak en
berprasangka gitu. Begini deh, meski banyak orang ingin masuk surga, dan dengan
jalan yang berbeda-beda, tapi hakikatnya surga cuma untuk orang-orang yang
beriman. Buat yang nggak berimanmah harap ‘dipersori' aja, surga bukan jatah
mereka tuh.
![]() |
| Lihat Keindahan Islam |
Sobat muda muslim, ibarat orang yang akan
bepergian, maka tentu saja kudu punya bekal dan peta atau penunjuk jalan yang
memadai. Kalo nggak? Bisa kehabisan bekal dan mungkin tersesat jalan. Rugi dan
malah membahayakan banget kan?
Itu sebabnya, seperti halnya orang yang sedang
menuju suatu tempat, maka panduan hidup kita di dunia ini juga kudu jelas.
Supaya apa? Supaya terhindar dari salah jalan, dan tentunya hidup jadi lebih
efektif karena sudah tahu peran kita di dunia ini. Nggak nyari-nyari posisi
lagi atau nggak asal berbuat. Inilah pentingnya panduan hidup. Kalo nggak?
Jangan salahkan orang lain kalo diri tersesat gara-gara nggak punya panduan dan
nggak tahu jalan.
Kalo diri sendiri kebetulan nggak tahu jalan,
maka bergandengan tangan dengan orang lain yang tahu jalan akan membantu kita
mencapai tempat tujuan dengan aman. Tapi kalo ada orang yang buta jalan, tapi
sok tahu itu namanya nekatz guys! Coba deh kalo ada orang yang, maaf, buta
matanya, tapi begitu dituntun sama orang yang sehat matanya malah menolak,
apalagi sampe ngomong, “Gua juga bisa, tahu!” Eh, benar saja, ternyata bisa
kejebur tuh! (wong mata nggak bisa ngelihat, tapinekatz jalan sendiri tanpa
panduan).
Sebagai seorang muslim, sebenarnya kita udah
punya panduan hidup yang oke punya. Kita punya “buku harian” yang “ajaib”
banget, yakni al-Quran. Kalo kita baca setiap hari, dikaji setiap ada
kesempatan, dan kita renungkan setiap kali selesai mengkajinya, ditambah dengan
pengamalan yang mantep, bukan tak mungkin kita bisa menatap masa depan dengan
mata yang terus berbinar, hati yang tenang, dan pikiran yang waras. Nggak
bakalan was-was lagi, dan siap menghadapi segala risiko. Inilah pentingnya
hidup, dan enaknya punya panduan dalam menjalaninya.
Sobat muda muslim, kalo dalam karya fiksi kita
mungkin pernah baca “Banyak Jalan Menuju Roma”, maka, kalo boleh nyontek dan
kita plesetkan, sebenarnya banyak juga jalan menuju surga. Maksudnya banyak hal
yang bisa mengantarkan kita ke surga. Asal semua amalan tersebut dilandaskan
kepada ajaran Islam dan ikhlas melakukannya. Mudah kan? Nah, tunggu apalagi,
kita pancangkan niat yang mantap dan hanya karena Allah Swt. kita berbuat.
Bukan karena yang lain. Terus, sesuaikan juga dengan patokan ajaran Islam.
Jangan lupa, tetap semangat lho. So, nggak usah ragu en nggak usah bimbang,
apalagi takut.Mulai sekarang, kita bisa mulai untuk mencari jalan ke surga.Siap
semua kan? Ayo jalan! (tapi lihat kanan kiri, entar nabrak lho! Hehehe…)
Jalan ke surga, mudah dan murah
Sobat muda muslim, ini bukan kampanye soal
murah dan murahan. Nggak. Ngapain juga kita cuap-cuap kalo tanpa makna. Tul
nggak? Insya Allah, ini sebagai gambaran bahwa jalan menuju surga itu nggak
sulit, nggak pula mahal. Tapi sebaliknya mudah dan murah. Emang sih, kalo
ukuran kita di dunia biasanya untuk bisa mendapatkan kenikmatan yang “wah”,
kudu dibeli dengan harta yang banyak dan tentu saja agak sulit meraihnya. Kalo
pengen naik pesawat yang pelayanannya oke punya, kita kudu keluar duit banyak
dan tentunya membuat kita pusing, ribet dan ya boleh dibilang sulit. Tapi sodara-sodara,
surga insya Allah mudah dan murah untuk didapatkan. Fasilitas “wah”, tapi harga
murah dan caranya mudah.
Kenapa mudah dan murah? Kalo kamu ke mesjid,
terus ngasih sedekah dengan memasukkan uang ke keropak amal yang disediakan,
dan kamu juga ikhlas melakukannya, insya Allah berpahala, meski harta yang
disisihkan jauh lebih murah dari harga semangkuk bakso. Oke?
Selain bersedekah dengan harta, kamu juga bisa
bersedekah dengan senyuman.Wah, asyik juga neh bisa TP alias tebar pesona!
Husss.. jangan sembarangan, nggak boleh nakal gitu ah! (luruskan niat ya). Nah,
ngasih senyuman yang tulus ikhlas kepada teman-teman kita, insya Allah udah
termasuk ibadah. Tentu saja, karena membuat hati dan pikiran saudara kita
seneng kan bagian dari ibadah. Betul? Ehm, itu juga mudah dan murah kan?
Oya, selain bersedekah harta dan sikap yang
enak dipandang mata, memaniskan wajah dengan penuh keikhlasan kepada siapa saja, ternyata jalan menuju surga bisa juga lewat baca al-Quran.
Ih, asyik banget ya? "keindahan islam itu menyenangkan, mendamaikan hati" Inilah bedanya membacakalamullah dengan bacaan biasa. Kalo
baca al-Quran dinilai pahala lho, bahkan setiap huruf yang dibaca pun
mengandung bobot nilai yang besar. Beda dengan bacaan biasa, misalnya baca
komik atau baca koran. Ada sih manfaatnya baca koran, yakni kita jadi tahu
informasi, tapi nggak dapat pahala dari bacaan tersebut. Tuh, emang mudah dan
murah jalan menuju surga itu kan?
Sobat muda muslim, baca al-Quran, lalu
mengkaji dan memahaminya, (termasuk dalam hal ini belajar tentang Islam yang
lainnya adalah beberapa jalan yang bisa mendapatkan pahala. Kalo udah bicara
pahala, maka surga memang tempat mereka yang banyak pahalanya (sebagai ganjaran
dari amal baiknya tentu).
Guys, sebagai tambahan dan penekanan, agar
amal baik kita alias amal sholeh kita, bermakna dan bermanfaat, maka kudu
dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan. Karena amal sholeh (kebaikan) kalo
nggak dilandasi dengan keimanan ketika berbuatnya maka akan dinilai sia-sia
(ih, bener-bener kudu ati-ati deh!).
Jadi, memang mudah untuk bisa mendapatkan
surga itu, cukup beriman dan beramal sholeh. Mudah dan murah kan? Beriman nggak
perlu bayar dengan harta, karena memang keimanan nggak bisa dibeli dengan uang.
Tapi keimanan bisa diraih dengan proses berpikir dan dengan niat yang kuat
untuk mendapatkannya. Iman nggak bisa diperjualbelikan,Bro !
Allah Swt,. berfirman:
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka
yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya.”(QS al-Baqarah [2]: 25)
Tuh, jadi gembiralah wahai orang-orang yang
beriman dan beramal sholeh (amal kebaikan). Soalnya, jaminannya surgaeuy! Nah,
ladang beramal itu banyak banget sobat. Ngaji, itu salah satu ladang beramal
kita. Meski ngaji itu mudah dan murah, tapi anehnya nggak sedikit yang ogah
dateng ke pengajian. Jangankan nggak diundang untuk dateng ke pengajian, kita
udah bela-belain ngajak dan ngasih surat undangan untuk hadir di pengajian pun,
susahnya minta maaf tuh. Tapi, ketika di RW sebelah ada dangdutan digelar, eh,
nggak diundang juga udah pada semangat datang (paling dulu dateng en paling
depan nontonnya!). Tuing! Ati-ati sobat!
Sobat muda muslim, nggak usah takut dan nggak
usah ragu dengan kebenaran Islam ini. Karena apa? Karena Allah pun sudah
menjanjikan surga buat orang-orang yang beriman dan berpegang teguh dengan
ajaran Islam ini.Nggak bakal goyah walau godaan datang silih berganti dan
beragam. Ia tetep istiqomah dengan kebenaran Islam dan nggak luluh oleh
gemerlap yang ditawarkan ajaran lain. Allah Swt. berfirman:
“Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah
dan berpegang kepada (agama)Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam
rahmat yang besar dariNya (surga) dan limpahan karuniaNya. Dan menunjuki mereka
kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya.”(QS an-Nisaa' [4]: 175)
Subhanallah, sungguh pahala yang besar dan
nikmat yang tiada taranya buat kita. Sayangnya, banyak juga di antara kaum
muslimin yang nggak bisa dengan kuat berpegang teguh pada ajaran Islam. Mereka
ada yang lebih memilih ke jalan yang sesat ketimbang petunjuk yang benar.
Eh, kok bisa sih? Begini ceritanya. Jabatan,
kekayaan, dan status sosial, bisa menjadi tujuan seseorang dan untuk meraihnya,
kadang rela mengorbankan idealisme yang selama ini diyakini dan diembannya. Bukan
tak mungkin lho, demi meraih sebuah jabatan, atau menggenggam kekayaan, dan
menyandang status sosial, orang bisa dengan mudah menggadaikan idealismenya,
menjual akidahnya, dan menelantarkan keimanannya. Duh, ati-ati deh!
Tengok deh dalam kehidupan sekarang ini,
ternyata banyak teman kita yang lebih memilih larut dalam gemerlap budaya pop
yang datangnya dari Barat ketimbang bermesraan dan cinta ama budaya Islam. Atas
nama modernisasi, misalnya, remaja muslim nggak sedikit yang berlomba tampil
ala Barat; dandanan yang asal nyangkut di badan dan kagak mikir lagi apakah itu
menutup aurat apa nggak, makanan yang nggak dilihat lagi apakah itu halal atau
haram, bahkan dalam soal hiburan pun banyak teman kita yang menilainya dengan
ukuran yang dibuat sendiri; yakni hiburan tersebut menyenangkan atau tidak
diukur dari hawa nafsunya. Mereka nggak merhatiin apakah hiburan itu
nyerempet-nyerempet dosa atau berbau maksiat, asal senang, “hajar aja bleh”.
Gawat euy!
Ke surga? Bareng Islam dong!
Sobat muda, biarlah orang kafir dan orang
musyrik asyik berkhayal dan melamun tentang surga. Karena sejatinya mereka
nggak punya peta yang benar untuk menuju surga. Cuma Islam yang punya peta yang
benar.
Nggak percaya? Allah saja sudah menjanjikan
bahwa, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”(QS ali
Imran [3]: 19) . Berarti, ini sudah tertutup kemungkinan buat yang lain (kaum
kafir dan kalangan musyrik) untuk bisa menuju surga. Kalo kataSheila on 7 mah ,
“berhenti berharap” deh! Hmm.. kasihan banget ya?
Duh, kita bukan ngeledekin atau menghina,
karena memang faktnya demikian. Kita nggak bisa berbohong. Jujur saja, bahwa
memang cuma Islam yang punya peta jalan menuju surga lengkap dengan berbagai
cara untuk mendapatkannya.
Nah, masalahnya, kita sebagai umatnya justru
belum sepenuhnya “ngeh” tentang persoalan ini. Udah diberi petunjuk, udah
menyandang gelar muslim pula, eh masih aja hobi ngelakuin maksiat. Tulalit
banget kan? Ngakunya muslim, tapi seks bebas jalan terus, pake narkoba doyan
juga. Duh, gimana atuh bisa dapetin surga? Jangan sampe hidayah yang diberikan
Allah kepada kita jadi sia-sia karena kita nggak pandai menjaganya. Karena kita
lebih tergoda kehidupan lain yang sebenarnya cuma menawarkan kenikmatan sesaat,
udah gitu sesat pula. Amit-amit deh!
Sobat, itu sebabnya, yuk kita bareng-bareng
mengamalkan ajaran Islam ini. Kuatkan keimanan kita, dampingi dengan ilmu yang
benar, dan hiasi dengan amal baik. Trio “iman, ilmu, dan amal” ini kudu hadir
dalam kehidupan beragama kita. Insya Allah ini sebagai bekal mencari jalan ke
surga.So , semoga nggak ada lagi teman remaja muslim yang nggak punya peta
jalan menuju surga.
Biar mantep nih, yuk mulai ngaji aja deh,
selain memenuhi perintah mencari ilmu, juga karena ngaji bisa bikin kita jadi berilmu,
kita pun bisa tahu soal halal-haram. Semoga kita menjadi generasi yang beriman,
bertakwa, dan ngerti betul apa yang harus kita lakukan untuk mencari jalan ke
surga. Semoga pula kita bisa sama-sama “reuni” di surga, nggak ada salahnya
jika kita bilang, “Kutunggu dirimu di surga”. Insya Allah. Semangat ya!(sausan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar