Social Icons

Pages

Minggu, 21 Desember 2014

Menikahlah Maka Engkau Kaya

menikahlah maka engkau kaya

Hujan deras mengguyur bumi Surabaya saat pasangan suami istri itu sampai di jalan tol. “Dulu kita pernah mau ke toko buku seperti ini akhirnya kembali pulang karena hujan ya Dik,” kata sang suami sambil menyetir.
“Iya Mas. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali,” sahut istrinya sambil tertawa mengenang peristiwa itu.

Waktu awal-awal menikah, mereka memang hanya punya sebuah motor ‘butut’. Itu pun hadiah dari orang tua. Jika lupa membawa jas hujan, mereka berteduh di tepi jalan saat hujan lebat menghadang. Bahkan sekalipun membawa jas hujan, jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh, mereka bisa terhalang dan membatalkan rencana bepergian.

Ketika menikah, ikhwan tersebut hanya bergaji Rp 650 ribu. Seperti kebanyakan aktifis dakwah saat itu, mereka tidak terlalu berpikir tentang bagaimana bisa hidup layak setelah menikah. Mereka pun makan seadanya. Tempe, tahu; yang penting bisa makan. Dalam setahun, lebih dari tiga kali listrik rumah kontrakan mereka diputus sementara oleh PLN karena telat membayar.

Seiring bertambahnya usia pernikahan mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah rezeki mereka. Karir sang suami meningkat cepat. Prosentase gajinya naik melebihi teman-temannya yang lebih lama bekerja di sana. Lalu di tahun keempat, ia pindah kerja dengan penghasilan yang lebih tinggi. Kemudian Allah memberinya kemudahan merintis bisnis.

Kini, pasangan suami istri itu telah memiliki rumah sendiri. Dua rumah; satu atas namanya, dan satu lagi atas nama istrinya. Allah juga memberi mereka kendaraan dan melipatgandakan penghasilan mereka puluhan kali lipat. Hingga suatu saat, ikhwan tersebut berkata kepada salah seorang personil bendahara harakah di daerahnya: “Sekarang berapa infak tertinggi ikhwah kita, dan saya masuk peringkat berapa? Saya ingin berinfak paling besar diantara seluruh ikhwah kita, semoga Allah mengabulkannya”

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 32)

Sungguh benar janji Allah: Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Jika mereka miskin, Allah yang akan membuat mereka jadi kaya.

Sebagai seorang mufassir yang sangat memahami Al Qur’an, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memberikan nasehat berlandaskan janji Allah ini: “Carilah kecukupan dalam nikah.” Jika engkau ingin cukup, ingin kaya, maka menikahlah.

Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsir menceritakan kisah seorang laki-laki yang tidak memiliki apa-apa selain sehelai sarung yang dikenakannya. Ketika menikah, ia tidak memiliki barang apapun yang bisa digunakannya sebagai mahar. Bahkan cincin besi pun tak bisa ia dapatkan. Lalu oleh Rasulullah ia disuruh memberikan mahar berupa mengajari istrinya ayat-ayat Al Qur’an yang telah dihafalnya. Qadarullah, setelah menikah ia dapat mencukupi nafkah untuk keluarganya.

Rasulullah mempertegas janji Allah terhadap orang yang menikah ini dalam sabdanya:

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

“Ada tiga orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah Azza wa Jalla, yaitu orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah karena menghendaki kesucian, dan budak mukatab yang bertekad melunasi kebebasannya” (HR. An Nasa’i)

Pasangan suami istri di awal tulisan ini telah merasakan pertolongan Allah tersebut. Jika sebelum menikah mereka menerima pemberian dari orang tua. Kini dengan izin Allah, gantian mereka yang memberi kepada orang tua.

Jadi, adakah yang masih takut menikah karena alasan ekonomi? Semoga tidak lagi. Sebab, Allah-lah Sang Maha Pemberi rezeki.

sumber: keluargacinta.com

Minggu, 07 Desember 2014

Kisah Pejuang Keikhlasan Abdullah Bin Mubarak Dalam Jihad

Kisah Pejuang Keikhlasan Abdullah Bin Mubarak Dalam Jihad

Niat ikhlas bagi amal shalih ibarat ruh bagi jasad. Jika ruh lepas dari jasad maka ia akan mati. Begitu juga niat ikhlas, apabila hilang dari amal shalih, maka amal akan sia-sia. Dan yang dimaksud ikhlas adalah beramal untuk Allah semata.

Al-Fudhailbin ‘Iyadh berkata:

إِنَّ اْلعَمَلَ إِذَا كَانَ خَالِصًا وَلَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَمْ يُقْبَلْ، وَإِذَا كَانَ صَوَابًا وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا أَنْ يَكُوْنَ عَلَى السُّنَةِ

“Sesungguhnya amal itu apabila ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika benar tetapi tidak ikhlas maka juga tidak akan diterima, hingga terdapat ikhlas dan benar. Dan ikhlas itu adalah karena Allah dan benar itu sesuai dengan sunnah.”

Jihad merupakan puncaknya amal Islam. Ibadah jihad tidak akan bernilai jika tanpa di sertai sebuah niat Ikhlas. Karena dengan ikhlas inilah amalan akan bisa diterima Allah Swt dan akan membuatnya terus menerus dalam amal Jihad.

Dahulu, Abdullah bin Mubarak pernah mengikuti sebuah peperangan. Ia merupakan seorang Ulama sekaligus Mujahid. Ia senantiasa menjaga keikhlasan. Bahkan ia senantiasa mengingatkan akan pentingnya menjaga keikhlasan ini.

Abdullah bin Mubarak berkata :

رُبَّ عملٍ صغيرٍ تعظِّمهُ النيَّةُ ، وربَّ عمل كبيرٍ تُصَغِّره النيَّةُ

“Berapa banyak amal yang kecil menjadi besar nilainya karena niat. Dan berapa banyak amal besar menjadi kecil nilainya dikarenakan niat.”

Kisah ini diceritakan oleh Muhammad bin Mutsanna. Ia berkata : “Kami diberitahu oleh Abdullah bin Sinaan” dia berkata : Dahulu aku pernah bersama-sama dengan Ibnul Mubarak dan Mu’tamar bin Sulaiman di Tharasus. Lantas ada orang-orang yang meneriakkan : “Ada pengerahan pasukan musuh”. (Siyaru A’laamin Nubalaa’ , VIII/408-409)

Melihat hal itu. Maka Ibnu Mubarak dan orang-orang keluar rumah. Ketika kedua kelompok sudah berbaris, tiba-tiba ada seorang berbangsa Romawi muncul. Dia mengajak kaum muslimin untuk berduel satu lawan satu. Ada seorang laki-laki dari kalangan muslim yang maju ke depan untuk memenuhi tantangan seorang kafir tersebut.

Akhirnya orang kafir itu bertempur sangat dahsyat sehingga berhasil membunuh seorang muslim yang menjadi lawan tandingnya. Dia terus saja menantang kaum muslimin satu persatu sehingga membabat enam orang muslim. Mulailah berlagak sombong diantara kedua kelompok dengan terus menantang berduel. Terang saja tidak ada seorang pun yang berani maju setelah itu.

Namun, Ibnul Mubarak menoleh kearahku dengan berbisik : “Wahai fulan, jika aku terbunuh nanti, maka lakukan begini dan begitu!”. Tidak lama kemudian beliau menggerakkan kudanya dan mengajak duel musuh yang sudah semakin congkak. Hampir satu jam mereka berduel yang berakhir dengan terbunuh orang kafir yang sombong itu.

Sekarang tiba giliran Ibnu Mubarak yang menantang duel dari pihak kafir. Tantangan itu disambut oleh orang kafir lain yang akhirnya kembali jatuh dibawah hunusan pedangnya. Beliau terus menantang orang kafir sampai akhirnya berhasil membunuh enam orang dari pasukan kafir.

Abdullah ibnu Mubarak terus mengajak musuh untuk berduel satu lawan satu. Namun, kelihatannya mereka mulai keder terhadap keperkasaan beliau.

Akhirnya beliau memukul kudanya dan menyingkir meninggalkan kedua kelompok yang sedang berhadapan. Beliau menghilang sehingga kita semua tidak lagi merasakan apa-apa. Ternyata aku menemukan beliau sudah berada ditempat kami semula.

Kisah ini menunjukkan kepada kita kaum muslimin betapa kuatnya Abdullah bin Mubarak. Disamping itu Ia juga menjaga keikhlasan dalam amal jihad. Ia berjihad bukan untuk mendapat pujian. Namun ia berjihad hanya meninggikan kalimat Allah.

sumber: An-najah.net

Jumat, 28 November 2014

Kisah Suami yang Begitu Setia Kepada Istrinya

jodoh cinta update
Suami adalah pemimpin kepada keluarganya dan isteri pula adalah penasihat terbaik bagi suaminya. Selain itu isteri juga memberikan ketenangan dan tempat mengadu kasih, mengadu masalah, bermanja-manja dan keperluan-keperluan emosi lain oleh suami.

Dari Ibnu Umar r.a : Rasulullah saw bersabda, “Dunia ialah kesenangan. Sebaik-baik kesenangan dunia ialah perempuan yang solehah.” [1410] Sahih Muslim

Berikut adalah kisah tentang Suami yang begitu setia terhadap istrinya yang begitu dia cintai,

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.

Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Betapa besar hati sang suami,  sifatnya menggambarkan teladan yang sebagaimana hadist:

Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada isterinya.” [1162] Hasan Sahih. Riwayat Al-Tirmidzi

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Sang suami tidak pernah marah ataupun memukul sang istri, karena seperti hadist dibawah ini:

Dari Muawiyah Al-Qusyairi r.a : “Saya mendatangi Rasulullah saw, aku bertanya, ‘Nasihat apa yang akan engkau katakan (yang harus kami lakukan) terhadap isteri-isteri kami?’ Rasulullah saw menjawab, “Berilah mereka makan dari apa-apa yang kalian makan, dan berilah mereka pakaian dari apa yang kalian pakai. Janganlah kalian memukul mereka dan jangan pula mencaci mereka…” [2144] Sahih Abu Daud

Dari Aisyah r.ha, ia berkata : “Rasulullah saw tidak pernah memukul seorang pun dari pembantu beliau dan tidak juga isteri dan Beliau tidak pernah memukul apa pun dengan tangan Beliau.” [1627] Sahih Ibnu Majah

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.“Haah, pergi?”. Kata sang istri.“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.

Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Begitu besar cintanya dia kepada istrinya, sebagaimana hadist yang diterangkan ini:

Dari Ibnu Abbas r.a : Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya, dan aku (Nabi saw) adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada isteri ku.” [1621] Sahih Ibnu Majah

Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.

Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih. Wassalam

Sumber : ak.indonesia

Rabu, 26 November 2014

Do'a Seorang Pria


Ya ALLAH…
Aku berdoa untuk seorang perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintai-MU lebih dari segala sesuatu.
Seorang perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-MU.

Wajah cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang perempuan yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena fisikku tetapi karena hatiku.
Seorang perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang laki-laki ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimata-MU. Seorang perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta : Buatlah aku menjadi seorang laki-laki yang dapat membuat perempuan itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-MU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-MU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berilah aku “tangan-MU” sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku “mata-MU” sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku “mulut-MU” yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-MU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari. Berikanlah aku “bibir-MU” dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan “betapa besarnya ALLAH itu, karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”. Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

do'a seorang pria
do'a seorang pria

“Allah Bayar Cash Dengan Beasiswa Jerman!”



Mereka bikin iri saya!!! Saya pun gak akan diam! Saya pasti bisa! Saya pasti bisa! dan saya pasti bisa! Sama seperti mereka, bisa mewujudkan mimpi-mimpi! Yuk, baca artikel berikut ini. Semoga bisa tambah semangat meraih mimpi kita....

Belajar di Jerman adalah impian saya sejak saya kelas 4 SD.  Sampai kemudian saya kuliah S1 di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, saya masih bermimpi untuk melanjutkan study ke jerman. Berbagai seleksi beasiswa saya ikuti. Dari mulai Studien Reise sampai Sommer Kurs. Tapi tak satu pun yang saya dapat. Berbagai lomba dari Goethe Institut saya ikuti dengan hBelajar di Jerman adalah impian saya sejak saya kelas 4 SD.  Sampai kemudian saya kuliah S1 di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, saya masih bermimpi untuk melanjutkan study ke jerman. Berbagai seleksi beasiswa saya ikuti. Dari mulai Studien Reise sampai Sommer Kurs. Tapi tak satu pun yang saya dapat. Berbagai lomba dari Goethe Institut saya ikuti dengan hadiah ke Jerman, pun tak satu pun juga saya menangkan

Sedih…serasa Jerman begitu jauh untuk digapai. Cemooh temanpun sering saya dapatkan. “Kamu mau study ke Jerman??… Mimpi!!!!” kalimat ejekan seorang kawan KKN saya yang hingga kini masih saya ingat. Sakiiiit….rasanya mendengar kawan saya berkata demikian. Tapi syukurlah saya tidak pernah membenci kawan saya itu karena entah kenapa kata-kata itu malah menambah semangat saya untuk terus mengejar mimpi ke Jerman.

Akhir tahun 2007 saya lulus S1. Setelah mendapat ijazah saya langsung mendaftar beasiswa. Saat itu saya berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa S2 agar saya tidak merepotkan orang tua lagi. Sayangnya saat itu saya menemui banyak kesulitan karena kebanyakan beasiswa Master hanya untuk orang yang mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun.

Akhirnya saya putuskan untuk melamar pekerjaan. Alhamdulillah tidak lama setelah kelulusan saya diterima bekerja di salah satu universitas di Yogyakarta. Bukan sebagai Dosen tapi sebagai Staf Administrasi. Selama bekerja saya tetap mencari peluang beasiswa. Dari mulai beasiswa ke Swiss sampai yang ke Amerika. Beasiswa apa saja yang cocok dengan qualifikasi yang saya punya saat itu..

Seleksi demi seleksi saya jalani, saya tetap gagal di pertengahan seleksi atau di seleksi akhir. Lama-lama saya rasakan begitu berat. Bulan Juli Tahun 2010 saya mengumpulkan kertas-kertas dokumen yang sudah saya siapkan untuk mendaftar beasiswa Master DAAD (waktu itu sambil menangis).
Waktu itu sekitar pukul 6 sore saya mengirim aplikasi beasiswa saya di kantor pos pusat Yogyakarta. Waktu itu hujan, saya naik motor menuju kantor pos pusat karena disana buka layanan sampai jam 8 malam. sore itu memang harus saya kirim, karena aplikasi paling lambat harus berstempel tanggal 31 Juli 2010. Dalam hati saya berkata “Ya Allah, sampai disini perjuangan saya, saya tidak akan melamar beasiswa lagi.”

Malamnya saya tidak bisa tidur karena saya harus memutuskan sesuatu untuk hidup saya: “Jika tahun ini masih gagal juga, maka saya hanya akan bekerja saja”. Malam itu saya putuskan: selagi menunggu pengumuman beasiswa, karena ini adalah beasiswa terakhir yang saya daftar, maka saya harus berusaha sepenuh hati!! Saat ini yang saya harus lakukan adalah memperbaiki ibadah dan perbanyak doa!

Mulailah saya rutinkan sholat tahajud, sholat dhuha dan tentu saja sedekah. Saya menyebutnya “Sedekah gila-gilaan” (sedekah dengan nominal terbanyak yang pernah saya lakukan). Setiap hari Jumat saya sedekah sekitar Rp 200-250 ribu, berlangsung dari Juni sampai November. Saya tidak mau setengah- setengah dalam berusaha, waktu itu saya berpikir karena ini terakhir saya perjuangkan mimpi saya, jika jawabannya tidak juga, paling tidak saya tidak menyerah begitu saja.

Seminggu sekali setiap hari jumat saya datangi rumah tahfidz (rumah hapalan Alquran), disana saya biasanya memberi amplop yg isinya uang sedekah dan kertas doa, di kertas itu saya tuliskan doa-doa saya termasuk doa agar saya lulus seleksi beasiswa. Kertas doa itu nantinya akan dibacakan oleh santri-santri disana setiap mereka selesai sholat. begitu seterusnya selama berbulan-bulan.

Akhirnya saya menemukan titik terang. Saya mendapatkan Email dari Technische Universitaet Dresden, Jerman yang menerangkan bahwa saya lolos ke tahap wawancara. Saya sangat bahagia waktu itu, lumayan pikir saya waktu itu, naik ke tahap selanjutnya. Beberapa hari kemudia pihak Technische Universitaet Dresden menelepon saya, waktu itu saya sedang bersama teman-teman di rumah coklat di Yogyakarta.

Setelah wawancara selesai saya memberanikan diri bertanya dalam bahasa Jerman waktu itu, “Ist das sicher, dass ich dieses Stipendium bekommen?”(“Apakah saya pasti dapat beasiswa?”), jawabannya tidak memuaskan , “Anda belum tentu lolos di tahap wawancara ini”. Ya sudahlah, saat itu saya tidak mau banyak pikiran, saya hanya mau terus berusaha sampai keputusan final.

Tiba-tiba pada tanggal 9 Desember 2010 sebuah Email datang yang isinya:

Dear Ms. Manggalasari, we are pleased to inform you that you have been awarded a scholarship for the master course “Vocational Education and personnel Capacity Building” at the TU Dresden, Germany.

Saat itu langsung bergetar hati saya.. deggg… deggg… deggg… Subhanallah.. akhirnya mimpi saya untuk mempelajari ilmu yang sangat saya sukai di universitas impian saya datang secara tiba-tiba! Apa yang saya impikan selama ini sudah ada di depan mata! Alhamdulillah…
Akhirnya, tanggal 5 April 2011, MIMPI SAYA DIBAYAR CASH ALLAH SWT dengan BEASISWA S2 ke JERMAN! Saya berangkat dari Yogyakarta menuju Frankfurt, Jerman.

Benar-benar luar biasa ganjaran sedekah yang Allah Swt berikan kepada saya. Nilai beasiswa yang saya terima sekarang ini sekitar Rp 500 juta. Sekarang di Jerman saya kembali rutinkan sedekah gila-gilaan dengan nominal Euro, karena saya punya banyak cita-cita, pengen banget umrah bareng Ibu dan Bapak dan juga pengen nikah (walaupun belom tahu sama siapa hehe..)


Ditulis oleh :
Lena Citra Manggalasari
Technische Universität Dresden


Saya tidak mau setengah- setengah dalam berusaha, waktu itu saya berpikir karena ini terakhir saya perjuangkan mimpi saya, jika jawabannya tidak juga, paling tidak saya tidak menyerah begitu saja.

Selasa, 18 November 2014

Menjaga Takwa

Menjaga Takwa
Dua tahun yang lalu di halaman belakang rumah, saya menanam beberapa pohon. Ada pohon apel, belimbing, juga jambu batu. Bibitnya saya dapatkan saat berkunjung ke rumah Paman di Majalengka. Sampai saat ini meski belum tumbuh besar apalagi berbuah, saya dituntut untuk membersihkan rumput di sekitar tanaman tersebut. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana kondisinya bila jarang dibersihkan. Ya, yang akan tumbuh subur bukan tanaman kita, tapi rumput ilalang. Apa yang akan terjadi kemudian? Yang akan besar dan menghasilkan bukan tanapan apel, belimbing juga jambu batu saya, tapi rumput yang tidak enak dimakan. Begitu juga dengan takwa di hati kita. Perlu kita jaga, kita rawat, agar dia selalu ada dan tumbuh subur di dalam diri kita. Bagaimana menjaga takwa?

Sebelum tahu bagaimana cara menjaga takwa, kita harus lebih dulu paham dan mengerti betul apa itu takwa. Karena bisa jadi kita tidak bisa menjaga takwa bukan karena kita tak bisa dan tak tahu caranya, tapi kita tak tahu seperti apa takwa itu.

Suatu hari Umar bin Khaththab ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab ra tentang apa itu taqwa. Saat itu, Ubay bin Ka’ab justru malah balik bertanya kepada Umar: “Apakah Anda tidak pernah berjalan di tempat yang penuh duri?” Umar pun menjawab : “Ya, pernah.” Ubay bertanya lagi, “Lalu Anda berbuat apa?” Umar menjawab, “Saya sangat hati-hati dan bersungguh-sungguh menyelamatkan diri dari duri itu.” Ubay menimpali, “Itulah (contoh) taqwa.”

Al-Hasan Al-Bashri pernah menyatakan bahwa TAQWA adalah takut dan menghindari apa yang diharamkan Allah, dan menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah. TAQWA juga bererti kewaspadaan, menjaga benar-benar perintah dan menjauhi larangan.

Setelah kita tahu percis takwa itu wujudnya seperti apa, kita baru akan dengan mudah memahami bagaimana cara menjaganya. Dari arti takwa di atas, kita tentu sudah terbayang bagaimana cara menjaganya.

Pertama, takwa itu bisa dijaga agar selalu subur dan ada dengan keta’atan, ketundukan pada syariat Allah. Takwa bukan sebab, ia adalah akibat dari keta’atan seluruh aktivitas kita pada Sang Pencipta kita, Allah Swt. Karena takwa adalah wujud dari keimanan. Iman itu harus melahirkan sikap, bagaimana kita menilai kehidupan ini, untuk apa hidup kita. Dari sikap tersebut lahirlah perilaku, mana yang akan kita lakukan mana yang akan kita tinggalkan. Mana yang akan kita perjuangkan, mana yang akan kita buang. Mana yang boleh dilakukan mana yang terlarang. Dari sikap inilah lalu muncul takwa.

Jadi, takwa itu bukan hadir begitu saja. Ia bukan turunan. Ia juga tidak diwariskan. Takwa lahir dan terwujud dari keta’atan kita. Jika kita ingin takwa itu ada, maka jaga diri kita agar selalu ta’at kepada syariat Allah Swt (Islam). Saat kita semakin taat kepada Allah, semakin tumbuh suburlah takwa dalam diri kita. Tapi, saat kita maksiyat, semakin mereduplah takwa dalam diri. Bila itu terus menerus, bisa jadi takwa pun hilang dari hidup kita. Seeprti apa kata’atan kita pada SyariatNya, itulah wujud dan nilai dari ketakwaan kita.

Kedua, jagalah takwa dengan menjaga diri kita dari hal yang sia-sia. Allah Swt berfirman bahwa beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang salah satunya: “dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mukminun: 3)

Bahkan, Rasulullah Saw juga menyampaikan bahwa menjaga diri dari kesia-siaan adalah wujud kebaikan keislaman kita. “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. at-Tirmidzi)

Betapa banyak waktu yang Allah berikan kepada, kita habiskan dengan hal-hal yang sia-sia, tidak bermanfaat. Baik bagi dunia kita, terlebih untuk Akhirat kelak. Waktu kita lebih banyak kita habiskan untuk nonton tv dari pada menbaca kitab suci (Alquran). Lebih nyaman baca koran dari pada baca Alquran. Lebih semangat nonton sepak bola meski dini hari dari pada tahajud di malam hari. Lebih asyik bikin gosip orang sekantor dari pada mengajak ikut pengajian di masjid. Lebih nyaman nongkrong di resto (cafe) dari pada munajad di masjid kantor. Ya, waktu kita banyak boros untuk hal yang sia-sia.

Jika kita tak bisa menjaga sikap dari hal sia-sia, bagaimana mungkin takwa akan bersemayam. Sementara takwa itu wujudnya kehati-hatian. Hati-hati tidak hanya terhadap yang haram, bahkan terhadap yang makruh dan mubah ia sangat hati-hati. Jangankan terhadap yang dilarang, yang mendekatinya pun sudah ia tinggalkan. Begitulah takwa.

Sekarang, mari kita terus berubah, memperbaiki diri kita agar kita mampu menjaga takwa agar tetap ada dan subur dalam diri kita. Yang dengan takwa itu Allah berikan kemudahan hidup kita. Semoga.

Sumber : asep supriatna

Selasa, 11 November 2014

Siapa Yang Menyuruhmu Memakai Jilbab?

hijab muslimah

Seorang mahasiswi meminta kepada salah seorang teman puterinya agar menemaninya menghadap dosen laki-laki dalam mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar magister (MA). temannya berkata: "tak tahukah engkau bahwa kita ini hidup di abad 20? 

Seorang dokter wanita di salah satu rumah sakit, ketika ia memakai pakaian dokter hilanglah malunya. Wajah dan rambutnya serta pakaiannya terbuka. Seakan-akan menanggalkan agama dan malu adalah hal yang wajib bagi tugas kedokteran. 

Seorang sahabat pernah berkunjung ke salah satu kerabat yang dia kenal selalu menjaga kehormatan dan hijab/jilbab. Tiba –tiba dia di kejutkan oleh masuknya sopir pribadinya ke tempat pertemuan. Seakan-akan ia salah satu anggota keluarga yang tidak perlu menutup aurat darinya. 

Ukhti! pernahkah engkau menduga, bahwa mereka wanita muslimah sadar, mengapa mereka berjilbabSiapakah yang menyuruhmu memakai jilbab? Sesungguhnya realita menunjukkan bahwa mereka pada umumnya memandang JILBAB hanya sebatas adatistiadat yang mereka warisi dari orang tua mereka dan sebagai bakti kepadanya yang telah menyuruhnya untuk memakaiJILBAB. Oleh sebab itu sebagai warisan dan adat-istiadat suci, maka wajib di jaga dan di lestarikanjilbab itu sendiri. 

Pernahkah ia bertanya, mengapa ia memakai jilbab? Dan siapa yang menyuruhnya? Bukankah itu perintah Allah ! 

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anakanakmu, dan wanita-wanita kaum muslim agar mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzab: 59). 

Tidakkah ia megetahui bahwa ia menta'ati perintah penciptanya yang memberi rizki yang menciptakan langit dan bumi dan mengetahui mana yang tidak pantas untuk makhluk-Nya. 

Firman Allah : 
Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi”. (QS. Al Baqarah: 284). 

Allah yang menciptakanmu: 
Demikianlah, itulah Allah tuhanmu, tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Dia. Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia, dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu” (QS. Al An'am: 102). 

Yang memberimu nikmat: 
Dan apa saja nikmat yang ada padamu maka dari Allah jualah”. (QS. An Nahl: 53). 

Yang mematikanmu: 
Dan datanglah sakaratul maut (kematian) sebanarbenarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” ( QS. Qaaf: 19). 

Yang berfirman: 
Pada hari (ketika) Kami berkata kepada neraka Jahannam: apakah kamu sudah penuh ? dia menjawab: masih adakah tambahan? Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat-tempat yang tidak jauh (dari mereka)". (QS. Qaaf: 30-31). 

Yang berfirman: 
Hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Dzat yang Maha Pemurah sebagai perutusan (yang terhormat), dan kami menggiring orangorang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga” (QS. Maryam: 85-86). 

Yang mengadili pada hari yang menakutkan: 
Pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” ( QS; Al Hajj :2). 

Ukhti Al Muslimah! 

Tidakkah engkau baca firman Allah : 
Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (yang biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS. An Nur: 31). 

Yaitu tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya kepada orang-orang asing (bukan muhrim) kecuali sesuatu yang tidak mungkin disembunyikan berupa pakaian yang tidak menyolok, dan hendaklah menjulurkan penutup kepalanya (jilbab) sampai ke dadanya sehingga tertutup. Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: 

Semoga Allah merahmati wanita-wanita pertama yang berhijrah (muhaajiraat), yaitu ketika Allah menurunkan firman-Nya: “Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka” (QS. An Nur: 31). (Mereka langsung merobek ordeng mereka untuk di jadikan jilbab). 

Ukhti Al Muslimah! 

Janganlah berkata: “Kita bukan mereka” bagaimana mungkin kita bisa mencapai apa yang mereka capai? jangan engkau heran! seorang penyair berkata:

Berusahalah meniru orang-orang yang mulia walau tidak sama persis seperti mereka.Sebab meniru orang yang mulia itu merupakan keberuntungan.


Ukhti Al Muslimah! 

Tidakkah engkau baca firman Allah tentang isteri-isteri Nabi : 
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi ) maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al Ahzab: 53). 

Lebih suci dari hati siapa, wahai ukhti? lebih suci dari hati isteri-isteri Nabi, (ummahatul mu’minin). Lebih suci bagi hati para sahabat Nabi , umat yang terbaik setelah Nabi ? 

Bagaimana dengan hati kita pada masa sekarang? Apakah Dzat Yang Menciptakanmu, Yang mengetahui cara yang terbaik untuk mensucikan hati, sama dengan orang yang tidak mengetahui hal itu? 

SIAPA YANG MENYURUHMU MEMAKAI JILBAB?



Ukhti Al Muslimah…! 

Allah berfirman: 
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anakanak perempuan dan istri-istri orang beriman: "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab: 59). 

Ibnu Abbas berkata: “Allah memerintahkan isteri-isteri orang beriman, apabila keluar dari rumah untuk suatu keperluan, hendaklah menutup wajahnya dari atas kepala dengan jilbabnya”. 

Allah memerintahkan isteri-isteri orang yang beriman melakukan hal tersebut di atas, agar mereka dikenal dengan tertutup rapi, bersih, dan suci. Dengan demikian ia tidak akan di ganggu orang- orang yang jahat. 

Coba engkau perhatikan: siapa yang lebih sering digoda dan diganggu lelaki di jalan? tentu mereka yang suka bersolek ala jahiliyah. Perhatikan firman Allah di bawah ini: 

Dan perempuan-perempuan yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin kawin lagi, tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka tanpa (bermaksud) menampakkan perhiasan. Dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. An Nur: 60 ). 

Allah memberitahukan bahwa berjilbabnya perempuan tua yang tidak ingin menikah lagi serta tidak menampakkan perhiasan itu lebih utama, walaupun diperbolehkan bagi mereka untuk buka wajah dan tangan dengan syarat berlaku sopan (Islami). Al Qur’an telah mewajibkan wanita muslimah untuk memakai jilbab (hijab) dan mengharamkan bersolek ala jahiliyah (tabarruj). 

Ukhti Al Muslimah! 

Dengarlah kata ibundamu, Ummul Mu’minin ketika bertanya kepada Nabi: 

Apa yang harus diperbuat wanita dengan ujung baju mereka? Nabi bersabda: Hendaklah ia turunkan satu jengkal (dari mata kaki) Ummul Mu’minin berkata: “kalau begitu akan tersingkap telapak kaki kami, wahai Rasulullah” Nabi bersabda: “turunkan satu hasta dan jangan dilebihkan” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Subhanallah! Ummahatul Mu’minin meminta agar diperpanjang bajunya, sedang wanita-wanita kita malah banyak memendekkan (menaikkan ke lutut bahkan ada yang ada di atasnya) dan mereka tak peduli. 

“Nabi dan kitab suci kita melarang telanjang, tidak menutup aurat, maka tanyakan kepada hadits dan ayat suci Al Qur’an” Adapun hijab artinya adalah menutup badan, dan sebagai ciri dari sekumpulan peraturan sosial yang berhubungan dengan keadaan wanita dalam undangundang Islam, yang telah ditetapkan Allah untuk menjadi benteng yang kuat, yang menjaga kehormatan, kemuliaan, dan keluhuran wanita. Pakaian yang memelihara masyarakat dari fitnah, dan dalam ruang lingkup yang ketat sebagai sarana bagi wanita untuk membentuk generasi Islam, merajut masa depan umat, yang pada gilirannya ikut berperan dalam perjuangan Islam dan mengokohkannya di muka bumi ini. 



Sumber : www.akhbarislam.com

Ajarilah si Kecil Berhijab sejak dini

belajar mengenakan hijab sejak kecil
Wahai para orangtua, ajarilah puterimu memakai jilbab syar’i sejak kecil, sehingga saat dia dewasa sudah terbiasa, dan kebiasaan itu sudah mendarah daging dalam dirinya.
Mendidik anak untuk berhijab syar’i lebih mudah daripada mendidik wanita yang sudah dewasa, karena tabiat anak kecil mudah untuk meniru dan mudah diajari. Anak kecil juga masih polos dan hatinya masih suci, sehingga mudah diarahkan ke jalan kebaikan.
Sungguh, orangtua berkewajiban mendidik anak-anaknya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, dan mengajarkan ilmu agama kepada anak-anaknya. Dan barangsiapa lalai dalam mendidik anak-anaknya maka turut menanggung dosanya.
========================
#10 Langkah Agar Puteri Kecilmu Menyukai Hijab#
>>> spesial untuk para ibu dan calon ibu
1.Mulailah langkah ini sejak puteri anda masih kecil,jangan menanti hingga ia tumbuh remaja,sebab jika anda menunggu sampai ia dewasa,mungkin sudah agak sulit untuk merubah dirinya sesuai yang anda inginkan,khususnya jika hal tersebut tidak sesuai dengan kemauannya.Hendaknya anda melakukan ini secara perlahan-lahan karena ia masih kecil.
2.Menampakkan kekaguman anda terhadap hijab dihadapan dirinya,dan katakan padanya bahwa hijab itu adalah kemuliaan seorang wanita,serta menyempurnakan wibawa dan aura seorang pemudi…juga mengajarkannya bahwa para wanita yang mengenakan hijab syar’i menunjukkan akan bagusnya pembinaan dan pertumbuhan mereka.
3.Mengajarkan dirinya bahwa hijab merupakan perintah Allah subhaanahu wata’ala,dan dia harus mengenakannya karena Allah semata,dan bukan agar dipuji manusia,,ajarkan padanya bahwa Allah ta’ala selalu mengawasi dirinya kapan dan dimanapun ia berada,,bahwa Allah sangat mencintai dan meridhai wanita yang menutupi dirinya dengan hijab sebagai perwujudan perintahNya.Bacakan padanya ayat hijab yang ada dalam AlQuran,dan tegaskan hal tersebut dengan menyebutkan hadis-hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
4.Kisahkan padanya tentang figur seorang wanita berhijab yang terpandang dan sukses,mulailah dengan istri-istri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,para wanita shahabiyah dan wanita-wanita shalihah setelah mereka,kemudian mengisahkan figur wanita-wanita berhijab yang sukses di zaman ini.
5.Bandingkan pada dirinya tentang perbedaan figur wanita-wanita shalihah tersebut dengan figur wanita tidak berhijab yang tidak mentaati perintah Allah ta’ala,yang mana hal tersebut ,menyebabkan mereka terjatuh kedalam kenistaan.
6.Ceritakan padanya tentang akhlak wanita shalihah,pahala konsisten dengan amal-amal shalih,serta ganjaran yang didapatkan oleh wanita-wanita shalihah,dan bahwasanya wanita shalihah adalah sosok muslimah yang selalu menjadi sebab perbaikan dan tersebarnya hidayah dikalangan kaum hawa.
7.Awasilah anak anda agar selalu bergaul dengan wanita baik yang berhijab,tidak membiarkannya bergaul dengan wanita-wanita yang suka menampakkan aurat,agar ia terbiasa melihat dan meneladani orang-orang baik.
8.Sang Bunda harusnya menjadi tauladan yang baik bagi puterinya,terkhusus dalam masalah hijab,bahkan seorang bunda hendaknya mengadakan jilsah/pelajaran khusus dengan puterinya untuk mengajarkannya hijab serta mengisahkan padanya kisah-kisah wanita shalihah yang berhijab.
9.Sang bunda hendaknya selalu menyertakan anaknya dalam majelis-majelis ilmu,atau halaqah-halaqah AlQuran,sebab sewaktu menghadiri pertemuan-pertemuan ini,ia disuruh untuk selalu berhijab,sehingga sedikit demi sedikit ia akan mencintai hijab dan terbiasa dengannya.
10.Berikan puteri anda hadiah jika ia memakai hijab,sembari mengajarkan padanya bahwa hadiah yang paling besar adalah berasal dari Allah ta’ala yaitu surgaNya.
Sumber : via - ainuamri


Puisi Rindu


Bagaimana caranya menjelaskan tentang rindu pada seseorang
Yang entah siapa dan entah di mana saat ini
Untukmu, yang jauh di sana
Terkadang mata ini begitu iri pada hati, Karena kamu ada di hatiku namun tidak nampak di mataku Aku tidak memiliki alasan pasti, Kenapa sampai saat ini aku masih ingin menunggumu,
Meskipun engkau tidak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan
Hati ini meyakini dan merasa bahwa engkau ada,
Meski entah di belahan bumi mana
Yang aku tahu, kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu di sini, di sisiku
Maka di saat hatiku telah mengenal fitrahnya,
Aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintaiNya
Sekalipun kita belum pernah bertemu,
Tapi mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama
Sambil tersenyum menatap rembulan yang sama
Di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu.

(tausiyahku.com)

Senin, 10 November 2014

Cara Melupakan Mantan Kekasih

cara untuk melupakan mantan kekasih

Bukan mudah untuk kita melupakan kekasih lama . Kekasih yang telah kita kenal sejak lama , tiba - tiba pergi begitu saja . Hubungan yang dibangun selama ini , putus seperti tidak ada apa yang pernah terjadi . Meskipun hidup harus diteruskan , tetapi hati dan pikiran masih tetap teringat pada si dia . Orang yang pernah kita sayang , orang yang pernah kita gaduh , orang yang pernah kita mengusik dan bermanja . Bukan mudah untuk melupakan semuanya , kan ? Tetapi jika Anda benar - benar ingin melupakan si dia , di sini saya kongsikan 12 cara bagaimana untuk melupakan kekasih lama .

1 . Daftar hal - hal yang Anda ingin lakukan selama ini yang Anda tidak pernah lakukan : Selama Anda berkenalan dengan kekasih lama , Anda memiliki banyak hal yang ingin Anda lakukan . Tapi karena kendala waktu dan komitmen dalam hubungan membuat Anda tidak berkesempatan untuk melakukannya . Dengan mencantumkan hal - hal yang Anda ingin lakukan ini akan membuat Anda dapat melihat betapa banyaknya hal lain yang dapat Anda lakukan selain mahal kekasih lama yang tidak lagi bersama Anda .

2 . Ceriakan diri Anda : Memang sulit untuk melalui hari - hari tanpa si dia di sisi . Diri terasa sepi , sunyi tanpa teman . Tapi hidup harus diteruskan . Meskipun berbagai dugaan yang dilalui , Anda harus kuat untuk melanjutkan kehidupan Anda . Mulai sesuatu yang baru . Setidaknya Anda akan merasa senang karena memiliki pengalaman baru .

3 . Jumpa dengan teman - teman lama : Atau bertemu dengan teman - teman baru Anda . Salah satu cara untuk Anda berkenalan dengan teman baru adalah dengan bergabung asosiasi atau klub yang sama minat dengan Anda . Mungkin Anda minat pada kucing . Jadi apa kata Anda cari fanpage penggemar kucing di Facebook seperti Dunia Kucing misalnya , dan berkenalanlah dengan penggemar kucing yang lain .

4 . Brainwash dan gunakan akal logis untuk menghilangkan perasaan sedih : Jika pasangan Anda sebelum ini menyusahkan hidup Anda , jadi mudah untuk Anda melupakannya . Apa yang perlu Anda lakukan adalah imbas kembali benda - benda negatif yang menyakitkan hati yang pernah si dia lakukan . Itu akan membuat Anda semakin menyampah untuk ingat pada kekasih lama itu . Tetapi , jika si dia adalah seorang yang baik , mungkin sedikit sulit untuk Anda melupakannya . Anda harus senang karena Anda diberikan kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan seorang kekasih yang baik hati . Setiap hal yang terjadi pasti ada hikmahnya . Mungkin kebaikan yang Anda terima dari si dia selama ini adalah untuk membuat Anda lebih kuat untuk hubungan Anda yang akan datang.

5 . Hargai dirinya : Walau apapun yang pernah terjadi antara Anda dengan si dia , maafkanlah segala kesalahan dan kesalahannya . Jika Anda berani , bertemu dan berhadapan dengan dia . Nyatakan kepadanya yang selama ini sangat terasa hati ketika bersama dengannya . Tapi , katakan juga yang Anda telah memaafkan segala kesalahan yang telah si dia lakukan . Ini akan membuat diri Anda merasa lebih lega karena telah memaafkan dan membebaskan perasaan dendam yang tersimpan dalam diri Anda selama ini .

6 . Pandanglah jauh ke depan : Ingatlah , kehidupan ini adalah untuk memberi dan menerima . Tidak selalu dengan bercinta hanya akan membuat diri Anda ceria . Ada banyak lagi hal lain yang memungkinkan Anda untuk pergi jauh ke depan . Jadikan segala apa yang terjadi pada diri Anda selama ini sebagai pelajaran yang berarti dalam diri Anda . Secara tidak lansung , perasaan sedih dan kekhawatiran Anda akan hilang dengan sendirinya .

7. Kuatkan semangat : Jangan mudah putus asa dan berhenti berharap . Anda harus kuatkan semangat Anda . Meskipun si dia telah pergi meninggalkan Anda , tetapi Anda sebenarnya masih memiliki hal lain yang bisa menyenangkan hati Anda . Kembalilah kembali mengingat Allah Yang Maha Esa . Mungkin selama ini Anda lalai dan lupa kepada siapa yang harus Anda curahkan perasaan dan derita . Kembalilah kepada , dan bersyukurlah karena Allah masih menyanyangi Anda dengan memberikan tes - tes seperti ini agar Anda tidak menyimpang jauh dariNya .

8 . Hindari dari bercerita tentang kekasih lama Anda : Benda yang berlalu , usahlah dikenang . Yang pergi , biarkan ia berlalu pergi . Janganlah Anda asyik berceritakan tentang kekasih lama Anda ke teman - teman Anda . Semakin banyak Anda ceritakan kisah - kisah lama dengan teman , semakin meluat dan pengap mereka rasa . Jangan pula sampai teman meninggalkan Anda pula . Bila Anda sendirian , semakin sukarlah untuk Anda melupakan pasangan Anda itu nanti .

9 . Hapus semua : Ya , padamkan segala pesan - pesan SMS , panggilan telepon , atau no phone si dia dari handphone Anda . Ini mungkin menyakitkan , mungkin sulit , tetapi itu adalah kebaikan untuk Anda untuk melupakannya . Setelah semua , Anda tidak membutuhkannya lagi , kan ? Tidak guna untuk Anda menyimpan segala kenangan itu semua dalam handphone dan laptop Anda . Lempar saja.

10 . Hindari sendirian : Bila Anda sendirian , Anda akan cenderung untuk mengingat kembali kekasih lama Anda . Untuk itu , adalah lebih baik jika Anda melakukan hal - hal lain atau berkonsultasilah dengan teman Anda . Jangan duduk sendirian dan memasang lagu - lagu romantis yang biasa Anda berdua dengar bersama - sama pada suatu ketika dahulu . Saya tahu , setiap pasangan pasti memiliki " lagu tema " mereka masing - masing . Jika Anda ingin melupakan si dia sepenuhnya , hindari dari mendengar lagu tema Anda berdua .

11 . Menyingkirkan segala benda yang membuat Anda ingat pada si dia : Ini mungkin satu tindakan yang drastis , tetapi ianya satu cara yang paling terbaik untuk Anda melupakannya . Menyingkirkan segala benda yang membuat Anda ingat pada kekasih lama . Jika si dia pernah berikan Anda jam tangan , boneka beruang , baju , atau apa saja , buang saja ke dalam tong sampah . Jika Anda masih ada perasaan belas kasihan , pulangkan kembali barang - barang itu kepada si dia . Anda tidak membutuhkannya lagi . Anda ingin melupakannya .
Jadi buang saja benda - benda tersebut yang tidak lagi berarti dalam hidup Anda . Ingatlah , walau apapun yang terjadi dalam hidup kita, pasti ada hikmahnya . Cuma kita saja yang belum menemukan dan merasakan kebaikan atas apa yang telah terjadi pada diri kita . Hidup tidak semestinya selalu indah . Kadang - kala kita di atas , terkadang kita di bawah . Memang sulit untuk melupakan orang yang kita sayang, tetapi demi diri kebaikan diri sendiri jugalah kita harus berusaha melupakan kekasih lama . Saya doakan agar Anda tabah , dan kuat menghadapi tantangan liku - liku kehidupan dalam percintaan. (tentangcinta)

Sumber: www.mencintaisederhana.com
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
indahBLog